Tentang random
Bukan soal seberapa keras kita berusaha, tapi ini tentang seberapa ingin untuk kita melanjutkan hidup. sebab pada dasarnya, seberapa keraspun kita berusaha melupakan dia. kalo pada dasarnya kita tidak ingin melupakan dia, semua usaha itu akan sia-sia.
suatu waktu, aku pernah berkompromi dengan tuhan. aku bilang, "tuhan, aku akan berhenti melakukan hal buruk ini, tuhan aku akan melakukan hal baik itu, dan lain sebagainya." banyak sekali yang aku tukar. kemudian "tapi tuhan, tolong kembalikan dia dan hal hal lainnya".
mengapa aku melakukan hal itu, sebab aku yang aku tau, jika kita ingin sesuatu maka kita harus siap kehilangan sesuatu. jadi aku menukar berbagai macam hal dengan berbagai macam hal lainnya.
kemudian, hal lain yang aku percayai adalah. tidak ada ketulusan didunia ini, sebab dalam ips dikatakan bahwa manusia itu mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. begitu juga dalam ipa mengatakan bahwa pada dasarnya hubungan anatara manusia itu simbiosis mutualisme, saling membutuhkan satu sama lain. jadi sebenarnya kita berhubungan dengan manusia lain hanya saling memanfaatkan, kata tulus itu hanya sebuah kebohongan. itulah pendapatku ketika bedebat dengan seorang teman yang baru aku kenal dijam 3 dinihari.
kemudian, dia menatapku dan dengan nada yang tanpa memaksa, dia berkata "lu jahat kalo gitu, gimana kalo misalnya emanga ada orang yang tulus sama lu. tapi lu malah memanfaatkan dia."
cuma satu kalimat itu saja, dan itu membuatku merenung selama beberapa waktu, dan sebagian membuatku merasa bersalah.
Komentar
Posting Komentar